THIS IS THE GROUP OF BADMINTON FANS

Selasa, 21 Agustus 2012

BWF akan mengubah format kompetisi Olimpiade

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) tampaknya akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghindari terulangnya kembali skandal pengaturan hasil pertandingan di masa depan. Mereka akan membahas kembali format kompetisi Olimpiade dalam pertemuan Dewan Eksekutif pada bulan November mendatang.

Pada Olimpiade London yang baru saja usai, empat pasang
ganda putri berusaha mengalah pada pertandingan terakhir penyisihan grup mereka untuk memperoleh lawan yang lebih ringan di babak selanjutnya.

Skandal tersebut menempatkan masa depan cabang olahraga bulutangkis dalam bahaya karena beredar rumor bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengancam untuk mencoret cabang olahraga ini dari daftar cabang yang akan dipertandingkan di Olimpiade berikutnya.

BWF memperhatikan situasi ini dan mendiskualifikasi kedelapan pemain untuk menyelamatkan kredibilitas bulutangkis.

Sekarang, Presiden BWF Dr Kang Young Joong mengatakan kepada media bahwa federasi akan mengambil tindakan tegas untuk menghentikan terjadinya manipulasi dan pengaturan hasil pertandingan.

Dia juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi keseluruhan pertandingan di Olimpiade dan laporannya akan disajikan dalam pertemuan berikut yang akan dilaksanakan pada kuartal terakhir tahun ini.

Dia menambahkan, "Kami akan mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari terulangnya insiden serupa di masa mendatang. BWF akan lebih berhati-hati dalam menerapkan aturan."

Selain itu, Dr Kang juga mengungkapkan bahwa mereka akan mengintensifkan kampanye kepada para pemain dan pelatih untuk menyadarkan kepada mereka tentang pentingnya standar dan etika permainan.

Pada Olimpiade tahun ini, sebagai pengganti format pertandingan yang lama (knockout), BWF memperkenalkan format baru (setengah kompetisi) yang menurut mereka ditujukan untuk memberikan kesempatan tampil yang lebih banyak bagi pemain-pemain yang berperingkat rendah.

BWF ingin mencoba mengakomodasi kepentingan dari seluruh benua dan memastikan adanya partisipasi yang lebih banyak dari seluruh benua untuk meningkatkan popularitas permainan bulutangkis di seluruh dunia.

Sistem penyisihan grup ternyata memiliki ‘celah’, yang memungkinkan pemain-pemain dari negara seperti Cina, Korea dan Indonesia untuk memanfaatkannya dan berusaha mencari lawan yang lebih lemah di babak berikutnya.

Pada bagian lain, Sekjen BWF Thomas Lund mengaku senang dengan cara Komite Eksekutif mengatasi masalah ini dan juga puas atas upaya yang dilakukan untuk berusaha menyelamatkan semangat olahraga sejati dari permainan ini.

Dia berkata, "Masalah yang lebih rumit akan muncul jika Anda tidak bisa menghadapinya dengan benar. Dewan Eksekutif dan komunitas bulutangkis merasa bahwa masalah ini sudah ditangani dengan cepat dan efisien."

Lebih lanjut, Presiden BWF Dr Kang menyimpulkan pada konferensi pers dan menyatakan bahwa penyelenggaraan cabang bulutangkis di Olimpiade London merupakan sebuah ‘proyek yang sukses’.

Menurutnya dengan adanya keikutsertaan para wakil dari 51 negara, di mana tujuh negara berhasil membawa pulang medali merupakan suatu pertunjukan yang cukup bagus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar