THIS IS THE GROUP OF BADMINTON FANS

Senin, 29 Oktober 2012

Demi Prestasi, Dana Bukan Masalah


Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Gita Wirjawan menjamin pendanaan bukanlah masalah demi kembali mendongkrak prestasi bulutangkis Indonesia yang tengah terpuruk.

“Dana bukan isu. Dalam artian harus sepadan untuk meningkatkan prestasi,” ujar Gita.

Hal ini dimulai dengan mengkaji ulang pendapatan para pemain dan

pelatih saat ini. Gita mengatakan pengkajian ulang ini penting agar para pelatih tidak mudah tergoda untuk menerima tawaran melatih di luar negeri.

Salah satunya adalah Rexy Mainaky, Juara Olimpiade 1996 yang pernah melatih tim nasional Inggris dan Malaysia dan sekarang dipanggil kembali ke pelatnas untuk menjabat sebagai kepala bidang pembinaan dan prestasi.

“Tawaran dari luar negeri itu menggiurkan sekali. Jadi apa yang kita lihat dari Rexy, Hendrawan dan Reony, ini sudah mencerminkan kita harus lebih memperhatikan,” tegas Gita.

Selain itu, Gita juga menginginkan adanya penambahan segmen atlet demi pembinaan dan prestasi. Tak cukup dengan utama dan pratama, Gita ingin agar ada segmen junior ke depannya untuk bisa menarik talenta-talenta muda.

“Pengalaman dari dulu -Mia, Susi dan Taufik- masuk pelatnas umur 15 tahun. Cuma selama ini ada persepsi kalau klub-klub belum mau mengirim kader-kader mereka (ke pelatnas) karena kurangnya perhatian di pelatnas," papar Gita.

"Kita harus sediakan pelatih dan harus berikan atensi world class utk masing-masing segmen. Itu saya rasa akan tercermin dalam keperluan kita ke depan. Dana yang dibutuhkan berapa sih untuk menempatkan pelatih world class di masing-masing segmen.”

Pendanaan juga dibutuhkan untuk pengiriman atlet ke kompetisi-kompetisi di luar negeri. Untuk itu Gita menjamin akan ada evaluasi yang adil dalam pengiriman atlet.

“Ada kemungkinan si A yang dijadwalkan ke kota mana saja di 2013 tapi kinerjanya tidak sesuai dengan aspirasi kita dan ranking. Pastinya akan ada evaluasi dan perubahan. Tapi yang jelas apapun yang diperlukan harus didukung pendanaan,” beber Gita lebih lanjut.

Sponsorship juga tidak luput dari perhatian Gita. Dia ingin agar dana dari sponsor lebih diarahkan untuk kepentingan pemain.

“Jangan sampai operasional PBSI tergantung pada sponsorship, karena itu harusnya disalurkan ke atlet. Dana sponsorship ini juga akan jadi bagian dari pemberian insentif,” tegas Gita.

Untuk itu, Gita menargetkan di akhir November mendatang kepengurusan sudah bisa membuahkan rencana aksi untuk segera dimulai awal tahun depan.

“Kepala development sudah tau apa yang dibutuhkan untuk tahun 2013 di 33 prov. Orang yang ditugaskan mencari dana harus mengumpulkan dana secukupnya untuk menopang kepentingan binpres. Binpres harus bisa mentabulasikan rencana aksi 2013 dalam arti pemain siapa, kemana, itu akan dievaluasi tiap bulan,” tegasnya.

“Insya Allah kalau bisa disetujui akhir November, awal 2013 kita siap tempur.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar